A New Life
Menuju kepada Allah

Jun
10

Keluaran 15:26 firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”

Pemulihan umat adalah ketika masing-masing pribadi lepas pribadi sepenuhnya berpegang pada ayat diatas. Mendengarkan suara Tuhan adalah ketika kita menempatkan diri kita dalam kendali Roh Allah. Kemudian kita melangkah dengan anugerah dan iman yang telah Tuhan berikan. Iman akan menguatkan setiap langkah kita, seperti tertulis di Roma

1:16. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Sehingga kita ketika melangkah tidak ada lagi keraguan dan pemberontakan. Maka Tuhan akan memulihkan kita. Menyembuhkan, berarti membalik keadaan dari yang buruk menjadi baik. Kelemahan fisik, ekonomi, apapun keadaan kita. Kita akan terbebas dari tulah-tulah Allah. Suatu masa yang tetap. Jika kita lihat pada kejadian tulah atas orang Mesir, itu adalah tulah yang tidak dapat ditolak. Tidak dapat ditengking. Termasuk masa sekarang ini adalah masa atau periode yang akan selalu terulang. Entah itu 10 tahun sekali, atau berapapun itu. Mereka yang dalam kondisi tidak mengenal Allah akan ketakutan.
Padahal jelas tertulis :

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Bagi mereka yang tidak mengenal Dia, Yesus Kristus, maka mereka tidak mampu melihat bahwa keadaan ini adalah karya Allah, masa Allah yang tetap. Dan semua ini adalah untuk kebaikan. Sehingga mereka yang mengenal Dia dan sudah terpilih (mendapat kasih karunia) oleh Dia akan terluput dari tulah masa ini. Seperti bangsa Israel pada waktu di Mesir.

Mazmur 127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Waktu tidur bukan berarti tidur secara harafiah. Tetapi tidur dalam arti kita tidak lagi mengandalkan diri. Mengandakan kesadaran manusia. Tetapi sepenuhnya berserah kepada Dia.

Mazmur 126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bersabarlah hai umat Tuhan. Tetaplah menabur. Bukan penginjilan kesana-kemari seperti yang selama ini didoktrinkan. Tetapi menabur benih kerajaan Allah, KASIH.

1 Korintus
13:4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Mazmur 37:3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,

Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Dimanapun kita ditempatkan, tetaplah menabur disitu. Di keluarga, di lingkungan RT/RW, kota, negara. “Sejahat” apapun kondisi yang ada, berlakulah setia. Taat kepada orangtua, pimpinan, adalah taat kepada Allah. “Sebab Ia baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Kehidupan yang dipenuhi kasih akan senantiasa memancar, mengalir, memenuhi sekitar kita.

Ratapan
3:24 “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
3:25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
3:26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
3:27 Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.
3:28 Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.
3:29 Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.
3:30 Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.
3:31 Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.
3:32 Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.
3:33 Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.
3:34 Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia,
3:35 kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi,
3:36 atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya?
3:37. Siapa berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya?
3:38 Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik?
3:39 Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!
3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
3:41 Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga:

Mar
30

Puncak dari mahakarya Allah adalah Kristus. Tanpa Kristus, maka seluruh iman kita sia-sia belaka. Tanpa Kristus kita tidak akan mampu masuk ke dalam kerajaan Sorga. Kristus bukan hanya berbicara mengenai sosok Yesus, tetapi berbicara mengenai siapa saja yang mau mengalami hayat Kristus. Kristus membuat kita berkenan kepada Allah.
Kita juga tidak akan mampu berdoa jika kita tidak tinggal di dalam Kristus. Hidup kita, akan seperti kata Salomo, sia-sia jika kita tidak mengenakan pikiran Kristus dalam keseharian kita.

Kristus adalah pengurapan. Kristus adalah Kasih. Kristus adalah perwujudan Allah dalam dunia. Kristus adalah segalanya.

Mar
30

Seperti apakah kita mencintai Tuhan?

a. Mencintai Dia karena Dia sudah menyelesaikan semua permasalahan kita
b. Mencintai Dia karena Dia adalah Sang Maha Pemberi
c. Mencintai Dia karena memang kita ingin mencintai Dia tanpa alasan, baik Dia menyelesaikan masalah kita atau tidak, memberi kita berkat atau tidak.

Mar
03

Mencari Dia, menghormati Dia adalah sama dengan mengenal Dia. Mengenal kepribadianNya. Sepertinya sangat sulit karena kepribadianNya yang sangat luas. Dibutuhkan keberanian untuk menghadap Allah. Saya tidak boleh menjadi seperti Adam, ketika ia jatuh ke dalam pencobaan, dan Allah mencarinya, lalu ia sembunyi. Karena Adam tidak mempunyai keberanian yang cukup, maka ia menjadi penuh masalah. Saya hanya perlu memberanikan diri menghadap Dia, maka terjadilah kelepasan itu. Kelegaan, ketenangan, damai sejahtera semua akan mengalir. Karena di dalam Dia ada kasih.

1 Korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
1 Korintus 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
1 Korintus 13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
1 Korintus 13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Jan
12

Tidak ada yang lebih penting selain penghancuran karakter manusia. Kesombongan, ketamakan, keduniawian. Kebodohan, kemalasan, ketergantungan pada manusia. Semua ini harus dihancurkan. Dan semua ini bisa dilakukan seiring perjalanan waktu semakin mengenal Allah. Mengenakan hayat Kristus di setiap hari kehidupan kita. Yesus pun juga manusia, ia juga bisa merasa lapar. Akan tetapi Ia sepenuhnya menyadari bahwa Roh Allah yang berdiam di dalam diriNya memampukan diriNya untuk mengatasi kelemahan daging. Ketika Ia dibawa (dipimpin) oleh Roh ke padang gurun selama 40 hari, Ia menyempurnakan hayat itu. Hal ini sama dengan bangsa Israel ketika mereka dibawa ke padang gurun, yang seharusnya hanya 40 hari. Akan tetapi bangsa Israel tidak rela melepaskan keduniawian mereka, dan memilih untuk bertegar tengkuk, sehingga mereka harus puas mati di padang gurun. Akan tetapi, bangsa Israel yang lahir di padang gurun (Yosua, Kaleb) diperkenankan memasuki tanah perjanjian. Lahir di padang gurun adalah gambaran manusia rohani kita, ketika daging ini dikalahkan. Membuat kita beroleh kelimpahan dari Allah, kelimpahan tanah perjanjian. Allah akan menggunakan segala cara untuk meremukkan sisi manusia kita, sampai kita yang berasal dari debu kembali menjadi debu.

Akan ada banyak rasa sakit, tetapi sepadan dengan buah yang dihasilkan. Dan pada saat itu, ketika seluruh bumi tersentuh oleh Injil maka Roh Allah dengan bebas bekerja dalam hidup kita. Seluruh bumi adalah keseluruhan diri kita, yang mengalami pembongkaran oleh karena Injil. Bahwa bangsa-bangsa itu harus mati oleh karena mata pedang. Firman Allah adalah pedang yang bermata dua, sanggup memisahkan tulang dan sumsum. Roh dan jiwa.

Yang harus kita lakukan adalah bersabar dan percaya sepenuhnya pada Allah. Turut serta dalam pekerjaan Roh. Jika kita diperhadapkan, maka disaat itulah kita ditunjukkan bangsa apa saja yang ada di diri kita.

Ingat kisah Nabi Nuh. Binatang-binatang itu harus dimasukkan ke dalam bahtera. Untuk selanjutnya dikeluarkan lagi. Itulah gambaran diri kita yang sebenarnya. Binatang-binatang itu adalah sifat-sifat kita, karakter kita. Dimasukkan ke dalam bahtera. Bahtera berbicara mengenai bait Allah. Kita ini adalah Bait Allah. Keluarnya binatang-binatang didahului oleh burung merpati yang dilepaskan oleh Nuh. Itu adalah gambaran Roh yang keluar terlebih dahulu untuk bertemu dengan Allah, supaya setelah itu binatang-binatang dikeluarkan dari Bait Allah. Oleh pimpinan Roh.

Tak ada cara lain selain hidup dipimpin oleh Roh. Karena keinginan Roh selalu berlawanan dengan keinginan daging. Galatia 5. Supaya kita pada akhirnya bisa berseru seperti Rasul Paulus, “Aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”. Bahwa akhirnya kita bisa mengatasi keberadaan diri kita. Bahwa masalah itu tidak lagi menguasai kita.

Des
07

Quiz – Manakah dari kasus dibawah ini yang disebut berdagang di bait Allah?

  1. Seorang hamba Tuhan yang karena melihat kondisi lingkungannya serba miskin, maka ia mengambil tindakan mengumpulkan dana. Ketika dana terkumpul, ia melihat bahwa jika uang ini dibagikan begitu saja maka dana akan habis dan penduduk tetap seperti dulu, miskin. ia mengambil langkah mendirikan CV dan memperkerjakan warga sekitar. Sehingga pembangunan maupun tingkat ekonomi warga membaik.
  2. Seorang hamba Tuhan ia mempunyai karunia menyembuhkan. Ketika seorang jemaat ingin disembuhkan, ia mendoakan dan orang itupun sembuh. Sebelum pulang jemaat ini memberikan amplop berisi uang sebagai rasa terimakasih. Uang ini kemudian masuk kantong pribadi si hamba Tuhan. Demikian juga kalau jemaat merasa rumahnya dihantui, ia memanggil hamba Tuhan untuk diperciki, dan amploppun mengalir. Dan yang paling sering terjadi, hamba Tuhan hanya mau melayani membawakan khotbah hanya jika yang mengundang memberi fasilitas lengkap plus amplop tentu saja.

Which one?

Des
07

Pribadi Tuhan adalah pribadi yang tidak bisa dijabarkan. Semua yang mengenal Dia mengatakan Ia baik. Ya dan Amin.
Mari kita lihat lebih dalam lagi. Merujuk pada kisah penciptaan Adam dan Hawa. Kita menemukan pribadi Tuhan yang baik dan yang bisa marah. Sepanjang PL kita melihat bagaimana Tuhan berulang kali menunjukkan kemarahannya pada bangsa Israel. Kutukpun pertama kali dikenal adalah dari Dia. Iblis yang membuat Ayub menjadi sedemikian sengsarapun adalah atas persetujuan Dia. Kelaparan di Betlehempun, yang notabene adalah wilayah Kanaan, adalah dari Dia. Lalu darimanakah sifat baik itu ada?
Kita cermati lagi, semua kejadian, kutuk, murka Tuhan adalah bertujuan membawa manusia kepada kebaikanNya. Agar manusia senantiasa mencari wajah-Nya. Kejadian buruk akan menggoncang zona kenyamanan manusia. Sehingga manusia tidak terperangkap, terlena dalam zona yang justru akan membawa pada maut. Bangsa Israel terlena oleh kelimpahan susu dan madu tanah Kanaan, sehingga mereka lupa akan Allahnya. Mereka larut dalam kebudayaan, adat penduduk Kanaan dan mulai menyembah allah lain. Renungkanlah berapa kali Allah menggoncangkan bumi ini, semata-mata untuk membawa manusia pada Tuhan. Mencari Dia dan hidup! Seek Me and live! Sehingga hipotesa Tuhan Maha Baik adalah sepenuhnya benar. Ya dan Amin!

Des
07

Tubuh adalah satu kesatuan. Tidak ada perpecahan dan tidak boleh ada. Ketika Tubuh merasa lapar, maka Kepala akan memerintahkan Kaki untuk berjalan menghampiri makanan dan Tangan akan mengambilnya untuk selanjutnya bagian Tubuh lainnya akan mengikuti proses. One lead to another. Satu bagian memimpin, seluruh tubuh mendukung. Sehingga ketika seseorang masuk ke dalam Tubuh, maka Ia harus mengalami proses pertobatan. Proses pertobatan ini akan menghilangkan segala bau individualistisnya. Jika kita mencermati PL, Tuhan menghendaki korban bakaran, bukan lembu atau dombanya. Tetapi lembu atau domba yang harus dipotong-potong dan kemudian dibakar. Inilah yang menyenangkan-Nya. Artinya ketika seseorang mematikan ke-aku-annya, maka segala sesuatu tentang dia sudah tidak nampak lagi di dalam tubuh. Demikian sebaliknya, ketika ia melepaskan diri dari tubuh, ia kehilangan identitasnya. Sebuah jari ini adalah jari saya, Wimpy, jika jari itu melekat pada tangan saya. Tetapi ketika jari itu terputus, jari siapakah ini?
Pula, seseorang akan mendapatkan kekuatan, suplai, urapan secara penuh jika ia masuk sepenuhnya dalam Tubuh. Tetapi apakah masuk itu cukup? Jawabnya ,…. tidak. Di dalam tubuh ia harus membangun tubuh, menuju kedewasaan bersama-sama  dengan anggota tubuh  yang lain. Tidak boleh hanya kaki yang dewasa tetapi tangan masih kecil. Ini bukan tubuh yang sebenarnya.Ini adalah tubuh yang palsu. Nah ketika tubuh sempurna, maka Kepala bisa diletakkan (serigala mempunyai liang, burung mempunyai sarang, tetapi Anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya).

Tubuh tidak berbicara mengenai pewahyuan saja. Intinya bukan pada pewahyuan,  bukan pada penjabaran firman, tetapi menjadi sepenuhnya tubuh. To be a whole. Karena disanalah urapan itu akan turun. Bak urapan di kepala Harun, dari janggut dan jubahnya turun. Seperti embun yang dari Hermon, mengalir ke  bukit Sion. Kesanalah berkat-berkat diperintahkan. Masalah berkat jasmani hanyalah masalah kesekian. Yang terutama adalah proses penyaliban manusia. Karena jika masuk kedalam tubuh manusia harus mau hidup dipimpin oleh Roh (Gal 5). Didalam Roh ada penyaliban, ada semua. Ia memenuhi segala sesuatu. Tidak akan ada lagi kelemahan, tidak ada lagi dosa yang menghalangi. Semuanya menjadi penuh dan satu.

Sep
28

apakah kita salah berdoa, seperti yang dimaksud di Yakobus 4 : 1-6? kita berdoa, Tuhan lancarkan pekerjaanku, aku perlu rumah yang lebih besar, karena yang sekarang sudah tidak muat ataupun lingkungan rumah kita sudah terlalu sumpek.

ataukah kamu salah berdoa? kamu berdoa tetapi kamu berdoa untuk menuruti hawa nafsumu. tidak, tidak salah jika kita minta kelancaran, minta rumah baru. tetapi yang dimaksud adalah apakah itu yang kita butuhkan, atau yang kita inginkan? karena Roh itu tidak pernah merasakan kekurangan. Roh ingin berdekatan dengan Dia, bukan dengan dunia dan segala isinya. kita berdoa, tetapi kita minta “terjadilah kehendakku di atas bumi” bukan “terjadilah kehendakMu diatas bumi seperti di dalam surga”. Kita memakai pikiran kita, padahal jelas-jelas Ia ingin kita masuk ke tempat perhentian. tempat dimana manusia tidak mengandalkan kekuatan manusia. kita berdoa, tetapi biarlah kehendakNya yang terjadi. apapun yang terjadi semuanya adalah kasih karuniaNya. berdoa adalah bertemu dengan Dia. “carilah Tuhan maka kamu akan hidup” – Amos 4 : 4-5 berdoa adalah mencari Tuhan, sumber hidup, bukan hidupnya. Seperti bangsa Israel, mereka hanya mau manna, daging, tetapi tidak pernah mau mengerti apa kehendak Allah, sehingga mereka mati di padang gurun.  berhenti menggunakan manusia kita, dan biarlah Kristus menjadi kepala dalam setiap perkara. Pandanglah terus kemuliaan Tuhan dalam setiap perkara. Kita tidak bisa masuk ke dalam perhentianNya karena kita tidak percaya. bukankah kalau kita berdoa dan tidak dikabulkan lalu kita berdoa lagi hal yang sama? bukankah itu sama dengan merengek dan tidak percaya? Jika kita bersaksi bahwa kita di dalam Dia, tetapi dalam sehari-hari apa yang kita lakukan berdasarkan keragu-raguan, maka kita adalah pemberontak-pemberontak. Kita pendusta, dan pendusta selama-lamanya tidak pernah masuk ke dalam kota Allah. Yerusalem sorgawi itu.

Halleluya, terpujilah Dia.

Sep
22

Dimanakah kota Allah, dimana Allah tinggal? Kota yang berkubu, yang penuh perlindungan. Di dalamnya ada segenap kemuliaan, terang yang ajaib. Tidak ada lagi isak tangis, ratapan dan keluh kesah?

Petunjuk: Wahyu 21; Ibrani 10 : 19 – ….; Yesaya 30 : 18 – …