KehendakNyalah yang terjadi
apakah kita salah berdoa, seperti yang dimaksud di Yakobus 4 : 1-6? kita berdoa, Tuhan lancarkan pekerjaanku, aku perlu rumah yang lebih besar, karena yang sekarang sudah tidak muat ataupun lingkungan rumah kita sudah terlalu sumpek.
ataukah kamu salah berdoa? kamu berdoa tetapi kamu berdoa untuk menuruti hawa nafsumu. tidak, tidak salah jika kita minta kelancaran, minta rumah baru. tetapi yang dimaksud adalah apakah itu yang kita butuhkan, atau yang kita inginkan? karena Roh itu tidak pernah merasakan kekurangan. Roh ingin berdekatan dengan Dia, bukan dengan dunia dan segala isinya. kita berdoa, tetapi kita minta “terjadilah kehendakku di atas bumi” bukan “terjadilah kehendakMu diatas bumi seperti di dalam surga”. Kita memakai pikiran kita, padahal jelas-jelas Ia ingin kita masuk ke tempat perhentian. tempat dimana manusia tidak mengandalkan kekuatan manusia. kita berdoa, tetapi biarlah kehendakNya yang terjadi. apapun yang terjadi semuanya adalah kasih karuniaNya. berdoa adalah bertemu dengan Dia. “carilah Tuhan maka kamu akan hidup” – Amos 4 : 4-5 berdoa adalah mencari Tuhan, sumber hidup, bukan hidupnya. Seperti bangsa Israel, mereka hanya mau manna, daging, tetapi tidak pernah mau mengerti apa kehendak Allah, sehingga mereka mati di padang gurun. berhenti menggunakan manusia kita, dan biarlah Kristus menjadi kepala dalam setiap perkara. Pandanglah terus kemuliaan Tuhan dalam setiap perkara. Kita tidak bisa masuk ke dalam perhentianNya karena kita tidak percaya. bukankah kalau kita berdoa dan tidak dikabulkan lalu kita berdoa lagi hal yang sama? bukankah itu sama dengan merengek dan tidak percaya? Jika kita bersaksi bahwa kita di dalam Dia, tetapi dalam sehari-hari apa yang kita lakukan berdasarkan keragu-raguan, maka kita adalah pemberontak-pemberontak. Kita pendusta, dan pendusta selama-lamanya tidak pernah masuk ke dalam kota Allah. Yerusalem sorgawi itu.
Halleluya, terpujilah Dia.
Loading...