Tentang tubuh
Tubuh adalah satu kesatuan. Tidak ada perpecahan dan tidak boleh ada. Ketika Tubuh merasa lapar, maka Kepala akan memerintahkan Kaki untuk berjalan menghampiri makanan dan Tangan akan mengambilnya untuk selanjutnya bagian Tubuh lainnya akan mengikuti proses. One lead to another. Satu bagian memimpin, seluruh tubuh mendukung. Sehingga ketika seseorang masuk ke dalam Tubuh, maka Ia harus mengalami proses pertobatan. Proses pertobatan ini akan menghilangkan segala bau individualistisnya. Jika kita mencermati PL, Tuhan menghendaki korban bakaran, bukan lembu atau dombanya. Tetapi lembu atau domba yang harus dipotong-potong dan kemudian dibakar. Inilah yang menyenangkan-Nya. Artinya ketika seseorang mematikan ke-aku-annya, maka segala sesuatu tentang dia sudah tidak nampak lagi di dalam tubuh. Demikian sebaliknya, ketika ia melepaskan diri dari tubuh, ia kehilangan identitasnya. Sebuah jari ini adalah jari saya, Wimpy, jika jari itu melekat pada tangan saya. Tetapi ketika jari itu terputus, jari siapakah ini?
Pula, seseorang akan mendapatkan kekuatan, suplai, urapan secara penuh jika ia masuk sepenuhnya dalam Tubuh. Tetapi apakah masuk itu cukup? Jawabnya ,…. tidak. Di dalam tubuh ia harus membangun tubuh, menuju kedewasaan bersama-sama dengan anggota tubuh yang lain. Tidak boleh hanya kaki yang dewasa tetapi tangan masih kecil. Ini bukan tubuh yang sebenarnya.Ini adalah tubuh yang palsu. Nah ketika tubuh sempurna, maka Kepala bisa diletakkan (serigala mempunyai liang, burung mempunyai sarang, tetapi Anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya).
Tubuh tidak berbicara mengenai pewahyuan saja. Intinya bukan pada pewahyuan, bukan pada penjabaran firman, tetapi menjadi sepenuhnya tubuh. To be a whole. Karena disanalah urapan itu akan turun. Bak urapan di kepala Harun, dari janggut dan jubahnya turun. Seperti embun yang dari Hermon, mengalir ke bukit Sion. Kesanalah berkat-berkat diperintahkan. Masalah berkat jasmani hanyalah masalah kesekian. Yang terutama adalah proses penyaliban manusia. Karena jika masuk kedalam tubuh manusia harus mau hidup dipimpin oleh Roh (Gal 5). Didalam Roh ada penyaliban, ada semua. Ia memenuhi segala sesuatu. Tidak akan ada lagi kelemahan, tidak ada lagi dosa yang menghalangi. Semuanya menjadi penuh dan satu.
Loading...