A New Life
Menuju kepada Allah

Penghancuran karakter

Tidak ada yang lebih penting selain penghancuran karakter manusia. Kesombongan, ketamakan, keduniawian. Kebodohan, kemalasan, ketergantungan pada manusia. Semua ini harus dihancurkan. Dan semua ini bisa dilakukan seiring perjalanan waktu semakin mengenal Allah. Mengenakan hayat Kristus di setiap hari kehidupan kita. Yesus pun juga manusia, ia juga bisa merasa lapar. Akan tetapi Ia sepenuhnya menyadari bahwa Roh Allah yang berdiam di dalam diriNya memampukan diriNya untuk mengatasi kelemahan daging. Ketika Ia dibawa (dipimpin) oleh Roh ke padang gurun selama 40 hari, Ia menyempurnakan hayat itu. Hal ini sama dengan bangsa Israel ketika mereka dibawa ke padang gurun, yang seharusnya hanya 40 hari. Akan tetapi bangsa Israel tidak rela melepaskan keduniawian mereka, dan memilih untuk bertegar tengkuk, sehingga mereka harus puas mati di padang gurun. Akan tetapi, bangsa Israel yang lahir di padang gurun (Yosua, Kaleb) diperkenankan memasuki tanah perjanjian. Lahir di padang gurun adalah gambaran manusia rohani kita, ketika daging ini dikalahkan. Membuat kita beroleh kelimpahan dari Allah, kelimpahan tanah perjanjian. Allah akan menggunakan segala cara untuk meremukkan sisi manusia kita, sampai kita yang berasal dari debu kembali menjadi debu.

Akan ada banyak rasa sakit, tetapi sepadan dengan buah yang dihasilkan. Dan pada saat itu, ketika seluruh bumi tersentuh oleh Injil maka Roh Allah dengan bebas bekerja dalam hidup kita. Seluruh bumi adalah keseluruhan diri kita, yang mengalami pembongkaran oleh karena Injil. Bahwa bangsa-bangsa itu harus mati oleh karena mata pedang. Firman Allah adalah pedang yang bermata dua, sanggup memisahkan tulang dan sumsum. Roh dan jiwa.

Yang harus kita lakukan adalah bersabar dan percaya sepenuhnya pada Allah. Turut serta dalam pekerjaan Roh. Jika kita diperhadapkan, maka disaat itulah kita ditunjukkan bangsa apa saja yang ada di diri kita.

Ingat kisah Nabi Nuh. Binatang-binatang itu harus dimasukkan ke dalam bahtera. Untuk selanjutnya dikeluarkan lagi. Itulah gambaran diri kita yang sebenarnya. Binatang-binatang itu adalah sifat-sifat kita, karakter kita. Dimasukkan ke dalam bahtera. Bahtera berbicara mengenai bait Allah. Kita ini adalah Bait Allah. Keluarnya binatang-binatang didahului oleh burung merpati yang dilepaskan oleh Nuh. Itu adalah gambaran Roh yang keluar terlebih dahulu untuk bertemu dengan Allah, supaya setelah itu binatang-binatang dikeluarkan dari Bait Allah. Oleh pimpinan Roh.

Tak ada cara lain selain hidup dipimpin oleh Roh. Karena keinginan Roh selalu berlawanan dengan keinginan daging. Galatia 5. Supaya kita pada akhirnya bisa berseru seperti Rasul Paulus, “Aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”. Bahwa akhirnya kita bisa mengatasi keberadaan diri kita. Bahwa masalah itu tidak lagi menguasai kita.

One Response to “Penghancuran karakter”

  1. Karakter yg sempurna seperti Tuhan merupakan tujuan akhir dari setiap umat kristen. Kristen berasal dari bahasa ibrani ” kurios ” yg dalam bahasa indonesianya menempatkan YESUS dihati. So, kristen harus menempatkan YESUS diatas segalanya. Berarti kita harus menjadi segambar serupa & yg pasti kita sudah melakukan mujizat yg paling terbesar diabad ini yaitu menjawab doa TUHAN. Menjawab doa TUHAN bagaimana? Ya, karena kita sudah melakukan tujuan mulia DIA menciptakan kita. Apa itu? Yaitu memuji dan memuliakan DIA, ini tidak mudah kenapa? Karena harus disertai dengan penghancuran karakter supaya BAPA berkuasa sepenuhnya terhadap kita. Siap – siaplah tuk dihancurkan.! He..he..btw yg paling pasti Tuhan Dasyat friend


Leave a Reply