A New Life
Menuju kepada Allah

Pemulihan umat

Keluaran 15:26 firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”

Pemulihan umat adalah ketika masing-masing pribadi lepas pribadi sepenuhnya berpegang pada ayat diatas. Mendengarkan suara Tuhan adalah ketika kita menempatkan diri kita dalam kendali Roh Allah. Kemudian kita melangkah dengan anugerah dan iman yang telah Tuhan berikan. Iman akan menguatkan setiap langkah kita, seperti tertulis di Roma

1:16. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Sehingga kita ketika melangkah tidak ada lagi keraguan dan pemberontakan. Maka Tuhan akan memulihkan kita. Menyembuhkan, berarti membalik keadaan dari yang buruk menjadi baik. Kelemahan fisik, ekonomi, apapun keadaan kita. Kita akan terbebas dari tulah-tulah Allah. Suatu masa yang tetap. Jika kita lihat pada kejadian tulah atas orang Mesir, itu adalah tulah yang tidak dapat ditolak. Tidak dapat ditengking. Termasuk masa sekarang ini adalah masa atau periode yang akan selalu terulang. Entah itu 10 tahun sekali, atau berapapun itu. Mereka yang dalam kondisi tidak mengenal Allah akan ketakutan.
Padahal jelas tertulis :

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Bagi mereka yang tidak mengenal Dia, Yesus Kristus, maka mereka tidak mampu melihat bahwa keadaan ini adalah karya Allah, masa Allah yang tetap. Dan semua ini adalah untuk kebaikan. Sehingga mereka yang mengenal Dia dan sudah terpilih (mendapat kasih karunia) oleh Dia akan terluput dari tulah masa ini. Seperti bangsa Israel pada waktu di Mesir.

Mazmur 127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Waktu tidur bukan berarti tidur secara harafiah. Tetapi tidur dalam arti kita tidak lagi mengandalkan diri. Mengandakan kesadaran manusia. Tetapi sepenuhnya berserah kepada Dia.

Mazmur 126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bersabarlah hai umat Tuhan. Tetaplah menabur. Bukan penginjilan kesana-kemari seperti yang selama ini didoktrinkan. Tetapi menabur benih kerajaan Allah, KASIH.

1 Korintus
13:4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Mazmur 37:3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,

Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Dimanapun kita ditempatkan, tetaplah menabur disitu. Di keluarga, di lingkungan RT/RW, kota, negara. “Sejahat” apapun kondisi yang ada, berlakulah setia. Taat kepada orangtua, pimpinan, adalah taat kepada Allah. “Sebab Ia baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Kehidupan yang dipenuhi kasih akan senantiasa memancar, mengalir, memenuhi sekitar kita.

Ratapan
3:24 “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
3:25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
3:26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
3:27 Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.
3:28 Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.
3:29 Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.
3:30 Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.
3:31 Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.
3:32 Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.
3:33 Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.
3:34 Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia,
3:35 kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi,
3:36 atau orang diperlakukan tidak adil dalam perkaranya, masakan Tuhan tidak melihatnya?
3:37. Siapa berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya?
3:38 Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik?
3:39 Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!
3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
3:41 Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga:

No Responses Yet to “Pemulihan umat”

Leave a Reply